Langsung ke konten utama

gerimis manis

yang ini ternyata gajebo sekaleee :D

kesendirian yang berjanji setia pada kesunyian.
sunyi yang menggenggam sepi berkepanjangan,
sepi yang membayangi kesendirian.
sendiri dalam keheningan,
hening memenuhi kehampaan.
***
Titik-titik air menetes dari celah awan.Dingin menunggangi angin. Dan, becek membercaki jalanan. Aku tergugah oleh hujan yang basah bagai keringat bercucuran. Saat itu aku lelah dan merindukan pulang. Rindu pada peraduan. Rindu pada sebuah pertemuan. Rindu pada lembutnya senyuman. Rindu pada hangatnya pembicaraan. Rindu pada seseorang yang tak juga kunjung datang. kerinduan yang menyala di tengah hujan.

Hari telah membilang bulan, bulan telah menapak tahun. Malam masih terjaga dalam kelam. Aku pun masih terdiam dalam gelembung kehampaan. Lalu, aku terlelap dan memimpikan sebuah kehidupan. 

Dalam kesendirian kita tidak butuh hingar-bingar, apalagi keramaian. Terkadang yang kita perlukan hanyalah sebuah sapaan, "apa kabar?". sebuah kepedulian kawan. Dalam kubangan lelah ini, aku membayangkan uluran tangan, dekapan hangat dari kerabat, menyambut kepulangan. 

Lalu, aku bicara pada langit malam di tengah gerimis tangis dan hampanya kesendirian ini. suatu hari akan aku titi sebuh tali berwarna pelangi. Dimana setiap helainya terdiri dari cinta, kedamaian dan kasih sayang.


Lalu, dari kejauhan aku lihat diriku berdiri di pagar. Menggenggam sebuah payung terkembang. Menantikan kepulangan sang pangeran. Sebab kutahu suatu saat aku akan menjadi sosok yang dirindukan setiap kali lelah mengantarkan kepulangan, setiap kali hujan datang. Aku tidak ingin sendirian. Aku yakin dia pun demikian. Dalam sebuah lamunan antara kabut bayangan dan harapan, ada sebuah senyuman.



Akan aku hentikan langkah yang melelahkan. Biar kusajikan pengabdian di rumah impian. Biar kusuguhi dia dengan kesetiaan. Biar  kurawat kuncup-kuncup cinta yang lahir dari hati kita. kelak, kita akan bahagia.



gerimis ini tak lagi mengundang tangis, tapi jadi melukis senyum manis :)



***



entah puisi atau nyanyian, gerimis dan kepulangan akan selalu jadi kenangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ITTIHAD & HULUL #makalah

PEMBAHASAN A.     ITTIHAD 1.       Pengertian ittihad kata Ittihad berasal dari kata ittahad-yattahid-ittahad (dari kata wahid) yang berarti kebersatuan. Ittihad menurut Abu Yazid Al Busthami, secara komperhensif maupun etimologis, berarti integrasi, menyatu atau persatuan (unity). Ittihad memiliki arti "bergabung menjadi satu". Paham ini berarti seorang sufi dapat bersatu dengan Allah setelah terlebih dahulu melebur dalam sandaran rohani dan jasmani (fana) untuk kemudian dalam keadaan baqa, bersatu dengan Allah. Ittihād dalam ajaran tasawuf kata Ibrahim Madkur adalah tingkat tertinggi yang dapat dicapai dalam perjalanan jiwa manusia. Menurut Harun Nasution, ittihad adalah satu tingkatan seorang sufi teah merasa dirinya bersatu dengan tuhan, satu tingkatan ketika yang mencintai dan yang dicintai telah menjadi satu, sehingga salah satu dari mereka dapat memanggil yang satu lagi dengan kata-kata, “Hai aku”. Dalam paham ini, seseorang u...

Kepada: Para Pejuang Skripsi

To: para pejuang skripsi seantero negeri Skripsi seolah menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian mahasiswa. Padahal, semua tahu kunci untuk membuka pintu kelulusan adalah skripsi. Dalam beberapa kasus, banyak mahasiswa yang tumbang karena kalah dalam pertarungan terakhir mereka ketika bergelut dengan skripsinya. Ada juga yang pantang menyerah dan terus berjibaku menyelesaikan pertarungannya hingga bertahun-tahun belum lulus juga sampai akhirnya dijuluki mahasiswa abadi. Ada apa dengan skripsi? Melalui tulisan ini saya akan mengulas sedikit tentang masalah skripsi sekaligus berbagi tips dan motivasi yang mudah-mudahan bisa menginspirasi. Pertma saya akan membahas tentang kesulitan yang dialami mahasiswa. Masalah klasik para pejuang skripsi tersebut antara lain sebagai berikut: 1. Ngaku aja deh kalau kalian pernah ngalamin yang begini: Mahasiswa: Pak, besok bisa bimbingan? Dosen: *read doang Atau begini: Mahasiswa: Pak, hari ini ada di kampus tidak? Dosen: ada sampai jam 11 ...

'Tujh main Rabb dikhta hai'

Berembun mataku tiap kali mengingatnya. Seseorang yang menyalakan langit kelabuku dengan warna cahayanya. Sang pemilik senyum matahari. Dan, di saat yang sama mata rembulannya mampu meneduhkan segala penat dan risau. Hitam putih hidupku menjadi berwarna olehnya. Musim gugur dan musim dingin diisinya dengan semi. Dia, lelaki biasa. Jauh lebih biasa dari sekedar biasa. Lebih sederhana dari yang paling sederhana. mengenangnya aku selalu berkaca-kaca.  Peliknya hidupku tak seberat beban yang dipikul bahunya selama puluhan tahun. Dia hanya 'rakyat jelata' yang tak pernah sepintas pun memimpikan jadi raja. Jemarinya yang kasar dan kulitnya yang terbakar, bagiku itu adalah ukiran terindah yang dipahatkan tuhan. Hingga hanya aliran do'a yang bisa kusembahkan seraya mencium tangannya. Tangan yang mulia, seperti kata nabi. Sedikit sekali yang dia miliki. Sedikit sekali dibanding apa-apa yang kumiliki namun luput dari kusyukuri selama ini.  masih banyak mimpi yang belum bisa aku wujud...