Langsung ke konten utama

Tentang tangis ditengah gerimis (sama sekali nggak manis)


1. Ironis

Senyum bulan sabitmu masih menggantung di langit hatiku. Tak jua hilang meski gelap menelan malam. aku masih terjaga. Berselimut rindu yang tak jua kunjung padam meski cahaya bintang telah temaram.

#

Pagiku menyemai sepi. Kau tak lagi ada di sisi. Langkah kita telah terhenti di tepi. Ketika asa tak lagi sama rasa. Cerita cintapun mengalir ke penghujung masa.

#

Mitsaqon ghaliza menghijab kita. Cintaku terbenam dalam kemilau cahaya surga. Sebuah mahligai mulia antara kau dan dia.

#

Gerimis gugur bersama air mataku. Rintik hujanpun jatuh kelangit bersama do’aku. Biar kupeluk hati ini bersama pasrah yang hakiki. Semoga bahagia selalu untukmu, wahai Akhi.

***


2. Tragis

Ada apa dengan gerimis?
Kulihat rintik hujan jatuh ke langit
ketika aku ditampar sebuah kabar
Kau kabur dalam keputusan
Rumit dan hambar

Gemuruh batin mengundang muram
Langit mendadak kelam
Air mata jatuh tak tertahan
Ketika kau menginjak pelaminan

Aku disambar petir
Saat sms itu mampir
Ia memanggilku nenek lampir.

Sapaku berbalas tegur
Cintaku akhirnya gugur.

Aku menangis di tengah gerimis
Kisah ini berakhir tragis
Karena istrimu terlalu sadis.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ITTIHAD & HULUL #makalah

PEMBAHASAN A.     ITTIHAD 1.       Pengertian ittihad kata Ittihad berasal dari kata ittahad-yattahid-ittahad (dari kata wahid) yang berarti kebersatuan. Ittihad menurut Abu Yazid Al Busthami, secara komperhensif maupun etimologis, berarti integrasi, menyatu atau persatuan (unity). Ittihad memiliki arti "bergabung menjadi satu". Paham ini berarti seorang sufi dapat bersatu dengan Allah setelah terlebih dahulu melebur dalam sandaran rohani dan jasmani (fana) untuk kemudian dalam keadaan baqa, bersatu dengan Allah. Ittihād dalam ajaran tasawuf kata Ibrahim Madkur adalah tingkat tertinggi yang dapat dicapai dalam perjalanan jiwa manusia. Menurut Harun Nasution, ittihad adalah satu tingkatan seorang sufi teah merasa dirinya bersatu dengan tuhan, satu tingkatan ketika yang mencintai dan yang dicintai telah menjadi satu, sehingga salah satu dari mereka dapat memanggil yang satu lagi dengan kata-kata, “Hai aku”. Dalam paham ini, seseorang u...

PERADABAN ISLAM PADA MASA KHILAFAH RASHIDAH #makalah

PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Melalui sejarah kita dapat menggali masa lalu untuk dikaji ulang. Melalui sejarah juga kita dapat menemukan nilai-nilai yang pasti akan sangat bermanfaat untuk membangun masa depan. Sebab, sejarah merupakan cermin, yang menampilkan kebaikan maupun keburukan yang pernah terjadi di masa lalu. Sehingga dengan bercermin kepadanya, kita dapat senantiasa memperbaiki diri untuk masa yang akan datang. Peradaban manusia tidak pernah lepas dari sejarah. Sebaliknya, ketika mengkaji sejarah, peradaban pun tidak mungkin luput dari pembahasannya. Peradaban manusia berkembang seiring perkembangan akal pikiran manusia itu sendiri. Peradaban tersebut mengalami kemajuan dan juga kemunduran. Namun, dari sekian banyak peradaban yang tercatat dalam sejarah,  Islam pun turut menorehkan jejaknya dan mengambil peranan penting dalam sejarah perkembangan dunia hingga saat ini. Ajaran Islam yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw hadir pada ma...

'Tujh main Rabb dikhta hai'

Berembun mataku tiap kali mengingatnya. Seseorang yang menyalakan langit kelabuku dengan warna cahayanya. Sang pemilik senyum matahari. Dan, di saat yang sama mata rembulannya mampu meneduhkan segala penat dan risau. Hitam putih hidupku menjadi berwarna olehnya. Musim gugur dan musim dingin diisinya dengan semi. Dia, lelaki biasa. Jauh lebih biasa dari sekedar biasa. Lebih sederhana dari yang paling sederhana. mengenangnya aku selalu berkaca-kaca.  Peliknya hidupku tak seberat beban yang dipikul bahunya selama puluhan tahun. Dia hanya 'rakyat jelata' yang tak pernah sepintas pun memimpikan jadi raja. Jemarinya yang kasar dan kulitnya yang terbakar, bagiku itu adalah ukiran terindah yang dipahatkan tuhan. Hingga hanya aliran do'a yang bisa kusembahkan seraya mencium tangannya. Tangan yang mulia, seperti kata nabi. Sedikit sekali yang dia miliki. Sedikit sekali dibanding apa-apa yang kumiliki namun luput dari kusyukuri selama ini.  masih banyak mimpi yang belum bisa aku wujud...