Langsung ke konten utama

Speak Now>Taylor Swift



I am not the kind of girl
Who should be rudely barging in on a white veil occasion
But you are not the kind of boy
Who should be marrying the wrong girl

I sneak in and see your friends
And her snotty little family all dressed in pastel
And she is yelling at a bridesmaid
Somewhere back inside a room
Wearing a gown shaped like a pastry

This is surely not what you thought it would be
I lose myself in a daydream
Where I stand and say

[Chorus:]
Don’t say "Yes", run away now
I’ll meet you when you’re out of the church at the back door
Don’t wait or say a single vow
You need to hear me out
And they said, "Speak now"

Fond gestures are exchanged
And the organ starts to play
A song that sounds like a death march
And I am hiding in the curtains
It seems that I was uninvited by your lovely bride-to-be

She floats down the aisle like a pageant queen
But I know you wish it was me,
You wish it was me,
Don’t you?

[Chorus:]
Don’t say "Yes", run away now,
I’ll meet you when you’re out of the church at the back door.
Don’t wait or say a single vow,
You need to hear me out,
And they said, "Speak now".
Don’t say "Yes", run away now,
I’ll meet you when you’re out of the church at the back door.
Don’t wait or say a single vow,
Your time is running out,
And they said, "Speak now".

Oh, la, la
Oh, oh
Say a single vow

I hear the preacher say, "Speak now or forever hold your peace"
There’s the silence, there’s my last chance.
I stand up with shaky hands, all eyes on me.
Horrified looks from everyone in the room
But I’m only looking at you.

I am not the kind of girl
Who should be rudely barging in on a white veil occasion
But you are not the kind of boy
Who should be marrying the wrong girl

[Chorus:]
So, don’t say "Yes", run away now,
I’ll meet you when you’re out of the church at the back door.
Don’t wait or say a single vow,
You need to hear me out,
And they said, "Speak now".
And you’ll say "Let’s run away now,
I’ll meet you when I’m out of my tux at the back door.
Baby, I didn’t say my vows,
So glad you were around
When they said, "Speak now".

...

salah satu hal paling nggak waras yang pernah terlintas di pikiran saya pada jaman dahulu kala adalah menyanyikan lagu ini di pernikahan 'dia' :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kepada: Para Pejuang Skripsi

To: para pejuang skripsi seantero negeri Skripsi seolah menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian mahasiswa. Padahal, semua tahu kunci untuk membuka pintu kelulusan adalah skripsi. Dalam beberapa kasus, banyak mahasiswa yang tumbang karena kalah dalam pertarungan terakhir mereka ketika bergelut dengan skripsinya. Ada juga yang pantang menyerah dan terus berjibaku menyelesaikan pertarungannya hingga bertahun-tahun belum lulus juga sampai akhirnya dijuluki mahasiswa abadi. Ada apa dengan skripsi? Melalui tulisan ini saya akan mengulas sedikit tentang masalah skripsi sekaligus berbagi tips dan motivasi yang mudah-mudahan bisa menginspirasi. Pertma saya akan membahas tentang kesulitan yang dialami mahasiswa. Masalah klasik para pejuang skripsi tersebut antara lain sebagai berikut: 1. Ngaku aja deh kalau kalian pernah ngalamin yang begini: Mahasiswa: Pak, besok bisa bimbingan? Dosen: *read doang Atau begini: Mahasiswa: Pak, hari ini ada di kampus tidak? Dosen: ada sampai jam 11 ...

rumah kita

ketika lelah, ketika sedih, ketika tidak tahu tempat untuk kembali atau kemana harus menuju, rumah selalu menjadi jawabanmu. yang paling dirindu, itulah rumahmu. tapi ketika rumah bukanlah milikmu, ketika itulah kau merindukan rumah yang baru atau bahkan rumah lamamu. ... suatu hari jika tuhan mengijinkan takdirku bertaut dengan takdirmu, hatimulah yang akan menjadi rumahku. rumah kita akan menghadap ke arah kiblat. di dalamnya ada ruangan untuk sholat. berjanjilah kau akan berdiri di depan, memimpin do'a di sepertiga malam. do'a yang akan aku aamiinkan dari belakang. aku harap rumah kita selalu hangat dengan suguhan kopi kesukaanmu atau seduhan teh kesukaanku. dapur kita akan jadi semacam labolatorium ekperimen resep-resep di bukuku, maka bersiaplah jadi kelinci percobaanku :D enak atau tidak aku yakin kau tahu itu bukan hal yang utama. canda tawa dan cinta, itulah bumbu yang pasti akan paling terasa. syukuri saja apa yang terhidang di meja, ya :) ketika kau tidak ada...

'Tujh main Rabb dikhta hai'

Berembun mataku tiap kali mengingatnya. Seseorang yang menyalakan langit kelabuku dengan warna cahayanya. Sang pemilik senyum matahari. Dan, di saat yang sama mata rembulannya mampu meneduhkan segala penat dan risau. Hitam putih hidupku menjadi berwarna olehnya. Musim gugur dan musim dingin diisinya dengan semi. Dia, lelaki biasa. Jauh lebih biasa dari sekedar biasa. Lebih sederhana dari yang paling sederhana. mengenangnya aku selalu berkaca-kaca.  Peliknya hidupku tak seberat beban yang dipikul bahunya selama puluhan tahun. Dia hanya 'rakyat jelata' yang tak pernah sepintas pun memimpikan jadi raja. Jemarinya yang kasar dan kulitnya yang terbakar, bagiku itu adalah ukiran terindah yang dipahatkan tuhan. Hingga hanya aliran do'a yang bisa kusembahkan seraya mencium tangannya. Tangan yang mulia, seperti kata nabi. Sedikit sekali yang dia miliki. Sedikit sekali dibanding apa-apa yang kumiliki namun luput dari kusyukuri selama ini.  masih banyak mimpi yang belum bisa aku wujud...