Langsung ke konten utama

Tidak Perlu Kata-kata

dia tidak perlu anak panah untuk menembus jantungmu, menghantarkan pedih di matanya itu ke hatimu.
pada langkahnya yang gontai, kau pasti mampu membaca betapa duri dan kerikil berserakan di telapak kakinya.
dia tidak perlu kata-kata untuk memintamu mengasihaninya.
sayang, cahaya dari kaca pusat perbelanjaan kadang menyilaukan pandangan.
dia melihatmu bagai bermandikan gemerlap sinar, sedang dia bagai langit sebelum hujan.
dia melihatmu makan, berjalan riang, bersenda gurau dan tertawa cekikikan.
dia melihatmu melihatnya atau pura-pura tidak melihat.

kau belajar dari buku tentang prilaku begini dan begitu
dia belajar darimu tentang begini dan begitunya laku dan liku-liku
kau tidak akan sanggup menempuh pengalaman sekeras dia melawan angin dan menadah hujan
hingga tak satu kepedihan pun sanggup menjatuhkan air dari matanya
meski masa depannya tak bermentari, dia telah menerima janji setia dari dinginnya udara dan kelamnya hari.

dia tidak perlu anak panah untuk menembus jantungmu, menghantarkan pedih di matanya itu ke hatimu.
pada langkahnya yang gontai, kau pasti mampu membaca betapa duri dan kerikil berserakan di telapak kakinya.
dia tidak perlu kata-kata untuk memintamu mengasihaninya.
katakanlah kau menoleh, katakanlah kau peduli, katakanlah kau iba,
yang dibutuhkannya bukanlah sekedar kata-kata.
dia sudah menyentuhmu, maka sentuhlah dia.


***

dengan ini kusampaikan kepada kalian kepedihan yang terbaca dimata seorang anjal.

pwk, 2515.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ITTIHAD & HULUL #makalah

PEMBAHASAN A.     ITTIHAD 1.       Pengertian ittihad kata Ittihad berasal dari kata ittahad-yattahid-ittahad (dari kata wahid) yang berarti kebersatuan. Ittihad menurut Abu Yazid Al Busthami, secara komperhensif maupun etimologis, berarti integrasi, menyatu atau persatuan (unity). Ittihad memiliki arti "bergabung menjadi satu". Paham ini berarti seorang sufi dapat bersatu dengan Allah setelah terlebih dahulu melebur dalam sandaran rohani dan jasmani (fana) untuk kemudian dalam keadaan baqa, bersatu dengan Allah. Ittihād dalam ajaran tasawuf kata Ibrahim Madkur adalah tingkat tertinggi yang dapat dicapai dalam perjalanan jiwa manusia. Menurut Harun Nasution, ittihad adalah satu tingkatan seorang sufi teah merasa dirinya bersatu dengan tuhan, satu tingkatan ketika yang mencintai dan yang dicintai telah menjadi satu, sehingga salah satu dari mereka dapat memanggil yang satu lagi dengan kata-kata, “Hai aku”. Dalam paham ini, seseorang u...

Kepada: Para Pejuang Skripsi

To: para pejuang skripsi seantero negeri Skripsi seolah menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian mahasiswa. Padahal, semua tahu kunci untuk membuka pintu kelulusan adalah skripsi. Dalam beberapa kasus, banyak mahasiswa yang tumbang karena kalah dalam pertarungan terakhir mereka ketika bergelut dengan skripsinya. Ada juga yang pantang menyerah dan terus berjibaku menyelesaikan pertarungannya hingga bertahun-tahun belum lulus juga sampai akhirnya dijuluki mahasiswa abadi. Ada apa dengan skripsi? Melalui tulisan ini saya akan mengulas sedikit tentang masalah skripsi sekaligus berbagi tips dan motivasi yang mudah-mudahan bisa menginspirasi. Pertma saya akan membahas tentang kesulitan yang dialami mahasiswa. Masalah klasik para pejuang skripsi tersebut antara lain sebagai berikut: 1. Ngaku aja deh kalau kalian pernah ngalamin yang begini: Mahasiswa: Pak, besok bisa bimbingan? Dosen: *read doang Atau begini: Mahasiswa: Pak, hari ini ada di kampus tidak? Dosen: ada sampai jam 11 ...

'Tujh main Rabb dikhta hai'

Berembun mataku tiap kali mengingatnya. Seseorang yang menyalakan langit kelabuku dengan warna cahayanya. Sang pemilik senyum matahari. Dan, di saat yang sama mata rembulannya mampu meneduhkan segala penat dan risau. Hitam putih hidupku menjadi berwarna olehnya. Musim gugur dan musim dingin diisinya dengan semi. Dia, lelaki biasa. Jauh lebih biasa dari sekedar biasa. Lebih sederhana dari yang paling sederhana. mengenangnya aku selalu berkaca-kaca.  Peliknya hidupku tak seberat beban yang dipikul bahunya selama puluhan tahun. Dia hanya 'rakyat jelata' yang tak pernah sepintas pun memimpikan jadi raja. Jemarinya yang kasar dan kulitnya yang terbakar, bagiku itu adalah ukiran terindah yang dipahatkan tuhan. Hingga hanya aliran do'a yang bisa kusembahkan seraya mencium tangannya. Tangan yang mulia, seperti kata nabi. Sedikit sekali yang dia miliki. Sedikit sekali dibanding apa-apa yang kumiliki namun luput dari kusyukuri selama ini.  masih banyak mimpi yang belum bisa aku wujud...