Langsung ke konten utama

Postingan

rumah kita

ketika lelah, ketika sedih, ketika tidak tahu tempat untuk kembali atau kemana harus menuju, rumah selalu menjadi jawabanmu. yang paling dirindu, itulah rumahmu. tapi ketika rumah bukanlah milikmu, ketika itulah kau merindukan rumah yang baru atau bahkan rumah lamamu. ... suatu hari jika tuhan mengijinkan takdirku bertaut dengan takdirmu, hatimulah yang akan menjadi rumahku. rumah kita akan menghadap ke arah kiblat. di dalamnya ada ruangan untuk sholat. berjanjilah kau akan berdiri di depan, memimpin do'a di sepertiga malam. do'a yang akan aku aamiinkan dari belakang. aku harap rumah kita selalu hangat dengan suguhan kopi kesukaanmu atau seduhan teh kesukaanku. dapur kita akan jadi semacam labolatorium ekperimen resep-resep di bukuku, maka bersiaplah jadi kelinci percobaanku :D enak atau tidak aku yakin kau tahu itu bukan hal yang utama. canda tawa dan cinta, itulah bumbu yang pasti akan paling terasa. syukuri saja apa yang terhidang di meja, ya :) ketika kau tidak ada...

2 juta

Ternyata 2 juta tidak cukup untuk membeli ketenangan jiwa. tidak cukup untuk menyumpal mulut seorang wanita. tidak cukup untuk menghentikan air mata. tidak cukup untuk menjamin besok kau bisa tertawa. bahkan tidak cukup untuk mengklaim sepasang sepatu sebagai milikmu seutuhnya. ya, 2 juta tidak mampu membawa kakimu untuk berjalan diatas sepatumu sendiri bukan? suatu hari kau harus berpisah dengan apa yang sekarang bisa kau nikmati. dinding, pintu, jendela, lemari dan tempat tidur ini harus kau tinggal pergi nanti. pun 'si hitam manis' kesayanganmu itu. segala yang kau cintai bukanlah milikmu. 2 juta tidak cukup untuk itu. 2 jutamu itu tidak mampu menjadi rumah apalagi istana pun taman berbunga. dia hanya menghasilkan serapah dan racun saja. sekarang kau merasa hampir kiamat karena 2 jutamu tidak jadi apa-apa bukan? haha...hidup ini memang selucu dagelan. dan, kaulah cameonya. dalam kisah ini si antagonislah yang menang karena protagonis serupa malaikat hanya ada di...

Soal UAS yang Paling Menampar

Bola mata nenknonk terpaku pada lembar soal UAS yang baru saja dibagikan. 'Duh...' Nenknonk sampai habis pikir kenapa nasibnya beserta teman sekelasnya bisa sesial ini. Mata kuliah terakhir. HADIS. Beberapa menit yang lalu UAS mata kuliah ini diprediksi tidak akan seseram ini. Pertama, karena kami mengenal tipikal dosen yang mengampu mata kuliah ini. Kedua, saat diujikan di kelas sebelah, pengawasan cukup longgar. Yang ketiga, ini yang paling membuat kami optimis dan lumayan antusias, kami dapat bocoran soal dari kelas sebelah. Tidak tanggung-tanggung, bocorannya sangat otentik karena berupa lembar soal asli. Dalam waktu beberapa menit saat jeda pergantian mata kuliah, kami sekelas berupaya sekuat tenaga mengerahkan segenap kemampuan jiwa dan raga, segenap kuota pikiran dan kuota internet juga untuk mencari jawaban soal yang sebagian besar didominasi huruf arab tersebut. Kekhawatiran terbesar kami saat itu hanya satu. Tentang pengawas ruangan yang disinyalir mungkin akan dii...

rangkuman materi Tafsir (pengantar)

rangkuman ini berisi pendapat saya pribadi berdasarkan apa yang saya pahami dari penjelasan dosen tafsir di tempat dimana saya menjalani perkuliahan pada saat ini (2014). Al-qur'an merupakan kalamullah yang diwahyukan kepada nabi Muhammad Saw. untuk disampaikan kepada umatnya. kitab ini berisi pesan. petunjuk dari Allah sebagai pedoman bagi hidup manusia. agar dapat mengetahui petunjuk tersebut, manusia haruslah membaca serta memahami isi al qur'an tersebut. anwalaupun al qur'an (mushaf) itu tertulis dalam bahasa Arab, tetapi bukan berarti petunjuk dalam al-qur'an tersebut hanya diperuntukan bagi sebagian golongan umat atau satu bangsa saja. islam merupakan rahmatan lil alamin, jadi kitab suci al-qur'an pun diperuntukan bagi seluruh umat manusia. tetapi, dalam kenyataannya ada manusia yang merima, ada pula yang menolak kebenaran al-qur'an tersebut. hal itu tidak hanya terjadi pada masa sekarang saja, tetapi pada masa Nabi pun hal itu sudah terjadi. dan sala...

Itu Aku

Belajar tentang ilmu pendidikan dan psikologi telah 'menghajar' bukan saja otak tapi juga hati ini. Kau tahu, psikologi bilang anak yang dibesarkan dengan lumuran hinaan akan tumbuh tanpa percaya diri. Dan, ilmu pendidikan berkata bahwa rumah adalah sekolah pertama. Lalu, bagaimana jika di rumah pertamanya seorang anak justru merasa kenyang dengan ejekan dan hinaan? Jawabannya dikatakan oleh hatiku. Dia bilang itu aku. Banyak pertanyaan mengenai prilaku orang tua atau siswa yang 'aneh' diajukan oleh teman-temanku. Mulai mengenai siswa yang pendiam, atau orang tua murid yang 'salah' menerapkan pola pengasuhan. Semuanya seperti panah yang melesat langsung ke hatiku. dia bilang itu aku. Kadang aku terjebak pada konflik tawa dan air mata. Sulit menentukan harus sedih atau bahagia. Pesis seperti monalisa yang senyumnya dilatari tebing terjal dan kelam. Saat menatap wajah di cermin, kutemukan senyum yang ironi.  a monalisa's smaile. Dia bilang itu aku. Kau...

Tidak Perlu Kata-kata

dia tidak perlu anak panah untuk menembus jantungmu, menghantarkan pedih di matanya itu ke hatimu. pada langkahnya yang gontai, kau pasti mampu membaca betapa duri dan kerikil berserakan di telapak kakinya. dia tidak perlu kata-kata untuk memintamu mengasihaninya. sayang, cahaya dari kaca pusat perbelanjaan kadang menyilaukan pandangan. dia melihatmu bagai bermandikan gemerlap sinar, sedang dia bagai langit sebelum hujan. dia melihatmu makan, berjalan riang, bersenda gurau dan tertawa cekikikan. dia melihatmu melihatnya atau pura-pura tidak melihat. kau belajar dari buku tentang prilaku begini dan begitu dia belajar darimu tentang begini dan begitunya laku dan liku-liku kau tidak akan sanggup menempuh pengalaman sekeras dia melawan angin dan menadah hujan hingga tak satu kepedihan pun sanggup menjatuhkan air dari matanya meski masa depannya tak bermentari, dia telah menerima janji setia dari dinginnya udara dan kelamnya hari. dia tidak perlu anak panah unt...

Resensi Catatan Musim

Cinta Sehangat Seduhan Teh Detail buku: Judul: Catatan Musim Penulis: Tyas Effendi Penerbit: Gagas Media Tebal: 280 hlm Cetakan I, Oktober 2012 ISBN: 979-780-4712 Nuansa yang tersaji pada cerita di seluruh halaman novel ini adalah kehangatan. Ada rasa manis dan juga pahit persis seperti  yang tertuang dalam cangkir-cangkir teh Tya dan Agam. Aroma teh dan kebiasaan unik yang dilakukan Tya dan Agam berkaitan dengan cangkir tersebut sepertinya menjadi sebuah kekuatan yang membuat novel tentang cerita cinta remaja ini memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan novel-novel remaja pada umumnya. Kekuatan novel ini bukan terletak pada cinta seorang gadis bernama Tya Mahani, seorang mahasiswa pecinta seduhan the yang bekerja sebagai penerjemah buku, terhadap seorang pemuda berkaki satu bernama Gema Agasta, yang juga seorang mahasiswa sekaligus pelukis.  Cinta semacam itu mudah dijumpai pada novel remaja lainnya. Namun, di sini, Tyas Effendi (penulis) berhasil m...